Lombok Barat, 13 September 2025 – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (FIK UMMAT) baru saja sukses menyelenggarakan Klinik Akreditasi Program Studi Kesehatan – LAMPTKes 8 Kriteria yang berlangsung di Hotel Jayakarta, Lombok Barat, dari tanggal 11 hingga 13 September 2025.
FIK UMMAT tidak hanya berbangga menjadi tuan rumah, tetapi juga menjadi peserta aktif dalam agenda krusial ini. Kegiatan selama tiga hari ini menjadi momentum refleksi dan perbaikan berkelanjutan bagi seluruh program studi kesehatan di bawah naungan FIK UMMAT.
Dekan FIK UMMAT menyatakan, “Klinik Akreditasi ini bukan sekadar pelatihan, melainkan komitmen nyata kami untuk memastikan setiap aspek penyelenggaraan pendidikan kesehatan memenuhi standar LAMPTKes 8 Kriteria.”
Dihadiri oleh para dosen, pengelola program studi, dan ahli akreditasi, seluruh peserta berdiskusi intensif dan menyusun strategi demi mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten dan profesional, tetapi juga siap menjawab tantangan zaman. Semangat kolaborasi ini menegaskan tekad FIK UMMAT untuk menghadirkan pendidikan kesehatan yang bermutu, berdaya saing, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
MATARAM – Mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) baru saja menyelesaikan program Short Course yang penuh wawasan di Taiwan. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan akademik, tetapi juga membuka wawasan global mereka sebagai calon apoteker masa depan.
Selama berada di Taiwan, para mahasiswa memiliki kesempatan langka untuk menyelami dunia riset melalui praktikum mikrobiologi dan meracik langsung Salep China serta Obat Herbal Hsiang Bao. Mereka juga mendapatkan pengalaman langsung dengan mengunjungi Pharmaceutical Factory dan Taipei Medical University Hospital, yang memberikan gambaran nyata tentang praktik farmasi di tingkat global.
Tidak hanya fokus pada aspek akademis, perjalanan ini juga mengasah keterampilan sosial mereka. Mahasiswa melakukan wawancara di apotek-apotek lokal Taiwan untuk memahami lebih dalam sistem kesehatan di sana. Selain itu, mereka juga berkesempatan mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti National Palace Museum dan Taipei Zoo, yang menambah pengalaman budaya mereka.
Dekan FIK UMMAT menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Perjalanan ini lebih dari sekadar kunjungan. Ini adalah jendela dunia yang mengasah keterampilan, memperluas wawasan global, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai calon apoteker yang siap berkiprah di kancah internasional,” ujarnya.
Pengalaman ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid bagi mahasiswa untuk meraih mimpi besar, membawa nama baik UMMAT, dan memberikan kontribusi nyata dalam dunia kesehatan global.
Pada Kamis, 7 November 2024, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Lembah Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Acara ini dihadiri oleh sekitar 80 warga setempat serta sejumlah tokoh dan akademisi, termasuk kepala dusun, narasumber, dan dosen dari kedua perguruan tinggi tersebut. Kegiatan yang difasilitasi oleh PT. Obat Inovasi Indonesia Obat Apps ini mencakup berbagai kegiatan sosial, seperti sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), cek kesehatan gratis, konsultasi obat, dan pembagian sembako untuk warga yang hadir.
Muhammad Sholeh, Kepala Dusun Lembah Sari, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyebutkan bahwa dusun mereka memiliki berbagai fasilitas hasil kerja sama dengan mahasiswa dari Belanda, seperti bangunan ecobrick dan sarana gym. Ia juga menilai kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini sangat bermanfaat bagi warga setempat.
Wakil Dekan II UMMAT, apt. Abdul Rahman Wahid, M.Farm, menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat serta memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan. Sementara itu, Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., sebagai narasumber, memberikan edukasi tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Ia juga menjelaskan pentingnya mengenali golongan obat yang terdapat pada kemasan dan prosedur yang tepat untuk membuang obat yang tidak terpakai.
Sebagai bagian dari kegiatan, warga juga menerima pemeriksaan kesehatan gratis, yang meliputi pengecekan tekanan darah, serta kesempatan untuk berkonsultasi tentang obat-obatan. Di akhir acara, paket sembako juga dibagikan kepada warga yang hadir.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program pengabdian masyarakat.
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar pelatihan jurnalistik dasar pada Kamis, 7 November 2024, di Aula Lantai 4 Gedung FIK UMMAT, Kota Mataram. Pelatihan ini diikuti oleh 30 mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik mereka, khususnya dalam menulis narasi yang baik untuk berita, opini, dan feature.
Acara ini dihadiri oleh Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., dosen STIKES Samarinda yang juga merupakan jurnalis di Tim Media Nasional Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta kontributor berita di berbagai media online seperti IAI News, Amanah Ummat, dan KAGAMA.id.
Pembukaan dan Tujuan Pelatihan
Acara dibuka oleh Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT, apt. Abdul Rahman Wahid, M.Farm, yang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan teknik penulisan berita yang baik. “Pelatihan ini menjadi sangat penting mengingat peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat, baik untuk civitas akademik kampus UMMAT maupun masyarakat luas,” ujar apt. Abdul Rahman.
Materi Pelatihan dan Teknik Penulisan Berita
Dr. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., sebagai pemateri utama, menyampaikan pentingnya pelatihan jurnalistik sebagai ajang untuk melatih kepekaan mahasiswa dalam berkarya jurnalistik. “Pelatihan ini bertujuan untuk melatih daya kritis mahasiswa dalam menyikapi fenomena yang terjadi di sekitar mereka dan mengasah kemampuan dalam melakukan reportase serta menyusun berita,” jelas Dr. Eka.
Dr. Eka juga memaparkan teknik penulisan berita mendalam (in-depth news), yang bertujuan untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada pembaca. Ia menekankan bahwa data adalah komponen utama dalam berita, dan oleh karena itu, data yang digunakan harus selalu faktual dan informatif.
“Menguasai teknik penulisan berita tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa di bidang kesehatan, tetapi juga dapat menjadi modal berharga dalam dunia profesional. Dengan kemampuan menulis yang baik, mahasiswa diharapkan bisa menyampaikan informasi kesehatan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Dr. Eka.
Antusiasme Peserta dan Materi yang Disampaikan
Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berpartisipasi dalam diskusi dan bertanya mengenai berbagai aspek jurnalistik, mulai dari pengumpulan informasi hingga teknik penulisan yang efektif. Materi yang disampaikan mencakup berbagai topik penting, seperti struktur berita, teknik penulisan berita, opini, dan feature, serta teknik wawancara dan etika jurnalistik.
Harapan dan Komitmen Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT
Di akhir pelatihan, peserta diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh untuk meningkatkan kapasitas komunikasi mereka, terutama dalam bidang kesehatan. Pelatihan ini juga bertujuan agar mahasiswa UMMAT dapat berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang berkualitas kepada masyarakat, baik melalui media kampus maupun di dunia profesional.
Semangat dan kebersamaan yang terjalin selama pelatihan menunjukkan bahwa Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAT berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi yang mumpuni. Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih aktif dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat, khususnya dalam bidang kesehatan, kepada masyarakat luas.
MATARAM – Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian integral dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa farmasi, di mana mereka dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Sebagai bagian dari Mobility Program yang diselenggarakan oleh PT. Obat Inovasi Indonesia (Obat Apps), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) melakukan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) untuk melihat langsung pelaksanaan PKL mahasiswa Farmasi UMMAT.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan diskusi dan bertukar pengalaman antara dosen dan mahasiswa dari kedua kampus terkait pelaksanaan PKL di lapangan, khususnya di apotek dan rumah sakit. Dosen Farmasi UMMAT, apt. Safwan, M.Sc., Ph.D., yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kunjungan ini difokuskan pada dua lokasi utama, yakni Apotek Kimia Farma Pejanggik II Kota Mataram dan RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Sebagai bagian dari Mobility Program PT. Obat Inovasi Indonesia, kami mengadakan kegiatan kunjungan dan diskusi dengan pembimbing di lapangan PKL UMMAT. Kegiatan ini diikuti oleh teman-teman dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), dan kami fokuskan pada apotek Kimia Farma Pejanggik II dan RSUD NTB,” ungkap apt. Safwan.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari STIKSAM untuk melihat langsung penerapan teori yang telah mereka pelajari dalam konteks praktik, baik di apotek maupun di rumah sakit. Diskusi yang dilakukan bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang peran apoteker di fasilitas kesehatan serta tantangan yang mereka hadapi dalam memberikan layanan farmasi yang berkualitas.
Kunjungan ini juga merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara kedua institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman praktis bagi mahasiswa. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa dapat memperoleh wawasan langsung mengenai proses kerja yang ada di dunia farmasi, serta membangun jejaring yang dapat mendukung karir profesional mereka ke depan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman mahasiswa dalam memahami dunia kerja di apotek dan rumah sakit, serta menambah keterampilan praktis yang akan berguna dalam menghadapai tantangan profesi apoteker di masa depan.